AS mengancam akan menghentikan pendanaan AS untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setelah menuding organisasi itu bias terhadap China selama pandemi virus corona.
Trump mengancam akan menghentikan pendanaan WHO secara permanen dan menarik diri dari badan PBB kecuali jika badan tersebut membuat perbaikan substantif besar dalam 30 hari ke depan.
Amerika Serikat menyumbang sekitar US$ 450 juta atau sekitar RP 6,7 triliun (kurs RP 15.000/dolar) setiap tahun kepada WHO
Pengakuan itu merupakan upaya Trump untuk mempromosikan hydroxychloroquine sebagai pengobatan untuk virus corona, yang dimulai lebih awal dalam wabah dan telah mendapat perlawanan dari para profesional medis.
AS memblokir pasokan chip global ke Huawei, memicu kekhawatiran soal pembalasan China hingga berisiko merugikan saham produsen komponen chip AS.
China dan Rusia menolak rencana AS untuk memperpanjang embargo senjata PBB terhadap Iran bersama dengan kemungkinan dorongan untuk memicu kembalinya semua sanksi terhadap Teheran di Dewan Keamanan PBB.
Trump mengatakan, kemungkinan akan memutuskan hubungan antara kedua negara.
Rekan Indonesia melihat melihat ada ketidaksesuaian perpres tersebut dengan beberapa undang-undang, termasuk UUD 1945.
Kebijakan ini membuat presiden Jokowi kena getahnya.
Jika suatu negara mematok mahal biaya kesehatan, maka pemerintahannya telah mengabaikan human capital.