Keputusan Trump menarik negaranya dari perjanjian nuklir 2015 Iran, karena pertumbuhan ekonomi Teheran sudah melejit setelah implementasi pakta tersebut.
Hubungan Teheran dan Washington memanas sejak komandan Pasukan Quds Iran (IRGC) Jenderal Qasem Soleimani tewas dalam serangan drone pasukan AS di Baghdad, Irak.
Dalam cuitannya di Twitter, politisi Partai Republik itu menuliskan penolakan dengan menggunakan bahasa Persia, yang merupakan bahasa nasional Iran.
Ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Mohammed Javad Zarif kepada majalah Jerman, Der Spiegel, bahwa negosiasi itu mungkin terjadi dengan syarat pencabutan sanksi.
Lebih dari 30 anggota layanan AS menderita cedera otak traumatis (TBI) setelah Iran menyerang pangkalan udara Ain al-Assad dalam menanggapi pembunuhan Mayor Jenderal Qassem Soleimani.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir yang mengatakan kepada CNBC, pemulihan hubungan dengan Iran akan dimungkinkan, jika Iran kembali ke keadaan normal.
Tekanan maksimum Trump ditujukan untuk mendapatkan pengaruh maksimal sebelum negosiasi untuk membongkar program nuklir dan mengatasi kegiatan yang jahat Iran.
negara berjuluk Negeri Para Mullah itu dapat memperkaya uranium dalam persentase berapa pun.
Peristiwa baru-baru ini setelah Amerika Serikat (AS) membunuh komandan Iran adalah peristiwa unik dalam sejarah.
Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) memasukkan daftar hitam kelompok media itu.