Pada tahun 1994, Baruch Goldstein, seorang pemukim Yahudi Israel-Amerika, menembak mati 29 orang Muslim Palestina ketika mereka berdoa di masjid sebelum bunuh diri.
Pejabat itu mengatakan, langkah itu dilakukan sebagai percobaan sebelum mengizinkan gas domestik masuk ke jalur itu setiap hari.
Pertemuan tersebut dilakukan di tengah spekulasi gencatan senjata jangka panjang dengan Israel di Jalur Gaza.
Menurut informasi dari penduduk setempat bahwa teroris Jabhat al-Nusra mengubur sejumlah besar senjata dan amunisi di sejumlah desa, pertanian di pedesaan Quneitra sebelum mereka dipindahkan ke Suriah utara.
Kehadiran Rusia di tempat itu, diklaim untuk mendukung pasukan perdamaian PBB.
Kebijakan ini menandakan gencatan senjata akan berakhir dalam waktu dekat.
Tahun lalu, otoritas Israel menolak akses keluar 21 warga Gaza
Menurunya mendamaikan kedua negara tidaklah semudah yang dibayangkan. Itulah mengapa dua negara itu harus menjadi prioritas.
Iran memainkan peran kunci yang sejalan dengan upaya bersama untuk memberantas terorisme di Suriah.
Polisi Israel menolak masuk turis Turki tersebut dengan dalih tidak memiliki visa.