Pemanasan global yang disebabkan emisi gas rumah kaca dapat menembus 1,5 derajat Celcius dalam dua dekade mendatang.
Rencana tersebut juga menargrtkan pengurangan intensitas karbon dari fasilitas gas alam cairnya sebesar 25 persen pada tahun yang sama.
Lembaga independen Inggris, Komite Perubahan Iklim (CCC) menilai banyak negara gagal mengendalikan perubahan iklim, sebab tak mampu mengurangi jumlah penerbangan dan konsumsi daging.
Peningkatan panas dan kelembaban diperkirakan akan menyebabkan hilangnya jam kerja di luar ruangan secara efektif di seluruh benua, dengan potensi biaya miliaran dolar.
Lebih dari 120 pemimpin dunia diperkirakan akan menghadiri KTT iklim terbesar sejak pembicaraan Paris 2015 pada 1 hingga 2 November, tetapi Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan absen secara mencolok.
Misi mengurangi emisi akan menjadi salah satu agenda utama KTT G20 di Roma, Italia pada 30-31 Oktober 2021 mendatang, sebagai batu lompatan jelang pertemuan iklim PBB atau COP26 di Glasgow, Skotlandia.
Para pemimpin dunia berkumpul di kota Skotlandia bulan depan untuk pertemuan puncak bersejarah yang disebut sebagai kesempatan terbaik terakhir umat manusia untuk mengendalikan perubahan iklim yang menghancurkan.
Laporan kesenjangan produksi UNEP mengatakan, banyak negara mengebor atau menambang minyak lebih dari dua kali lipat tingkat yang dibutuhkan untuk menjaga ambang suhu 1,5 celsius tetap hidup.
Sebagai salah satu pemilik hutan dan ekosistem mangrove terbesar, Indonesia menyadari posisi strategisnya.
Melalui pesan di Festival Iklim ini, pemerintah mendorong semua pemangku kepentingan untuk ambil bagian dalam aksi iklim untuk bersama-sama mencapai target pengurangan emisi dan ketahanan iklim di seluruh negeri.