Keputusan itu menyusul cekcok antara Pewarta dengan Presiden Donald Trump selama konferensi pers Gedung Putih soal pemilihan paruh waktu.
Dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih, Trump menyebut ribuan migran yang berjalan menuju perbatasan AS-Meksiko, telah melempar batu ke arah militer AS dan polisi Meksiko.
Dalam siaran pers yang diterima redaksi, acara deklarasi diisi dengan percakapan video jarak jauh (telekonferensi) dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, Ahmad Rafiq, dan Eriko Sutadurga.
Mereka berdiri di depan Kedubes Arab Saudi sambil membawa poster yang menekankan kebebasan pers.
Trump menegaskan akan mengusut kasus tersebut. Presiden AS juga menyatakan kekecewaannya atas kasus yang memberangus kebebasan pers itu.
Wakil Sekretaris Pers Hogan Gidley membantah larangan tersebut berhubungan dengan pertanyaan yang diajukan oleh wartawan CNN Kaitlin Collins.
Selama konferensi pers setelah KTT Helsinki, Trump awalnya mengatakan dia tidak melihat alasan mengapa Rusia akan ikut campur dalam pemilihan AS.
Kisah tersebut mereka tuturkan dalam sebuah konferensi pers yang digelar Rabu (18/7) malam kemarin.
Pernyataan Achsanul ini mengomentari postingan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan yang mempertanyakan mengapa tidak ada konferensi pers dari pemerintah soal kenaikan harg BBM nonsubsidi.
Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mendukung langkah Komnas HAM untuk mengungkap kematian M Yusuf (42) wartawan media online di Lapas Klas IIB Kotabaru, Kalimantan Selatan, 10 Juni lalu.