Ayatollah Sayyid Ali Khamenei mengatakan Amerika Serikat (AS) sedang melakukan tekanan ekonomi terhadap Iran untuk menabur perpecahan di antara bangsa dan pemerintah, tetapi upaya tersebut akan sia-sia.
Israel telah menolak menerima pengungsi dari Suriah dan menuding Iran menempatkan markas militer .
Tahun lalu, Mongolia mengeksport 29.300 ton daging ke berbagai negara seperti China, Rusia, Kazakhstan, Iran dan Qatar.
Selama putaran sanksi sebelumnya, India adalah salah satu dari beberapa negara yang terus membeli minyak Iran.
Kepada pejabat peradilan termasuk hakim agung, Sadeq Amoli Larijani, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, "Berkaitan dengan masalah HAM, Iran memiliki tetap menuntut dan pertanggung jawaban.
Demi menjaga harga diri bangsa, Rouhani menjamin AS akan `bertekuk lutut` kepada Iran.
Surat itu ditandatangani 187 anggota parlemen dari 290 kursi parlemen.
Mata uang Iran jatuh hampir 50 persen dalam nilai dalam enam bulan terakhir, dengan dolar Amerika Serikat (AS) sekarang diperdagangkan di sekitar 78.500 di pasar gelap.
Larangan perjalan (travel ban) itu antara lain menargetkan lima negara mayoritas muslim yaitu Iran, Libya, Somalia, Suriah dan Yaman.
Rouhani mengatakan tiga cabang pemerintahan, administrasi, parlemen dan peradilan menanggung "tanggung jawab berat" untuk melawan rencana AS.