Pertemuan itu diadakan sebagai acara persiapan lokakarya Damai Sejahtera, yang dibuka di Bahrain pada 25 Juni dan berlangsung hingga hari berikutnya.
Setelah bertahun-tahun tertekan harga minyak, Arab Saudi, di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammad Bin Salman, memperkenalkan program Vision 2030
Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dari unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.
Aparat keamanan gabungan dari TNI/Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) memastikan pelaksanaan pelantikan Jokowi-Ma`ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 akan berjalan dengan aman dan kondusif.
Putin dan raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud akan membahas situasi di Timur Tengah, serta di Suriah, wilayah Teluk Persia dan Yaman.
Salman sempat menyangkal kematian Khashoggi di gedung Konsulat Saudi di Istanbul dan mengatakan jurnalis Saudi tersebut telah keluar dari konsulat.
Analis dan bankir percaya sebelum serangan Yaman bahwa pendapatan Aramco sebesar USD2 triliun tidak realistis, angka riil kemungkinan hanya USD1,5 triliun.
Raja Salman menceritakan tentang pengorbanan Jenderal al-Fagham dalam melayani negara.
Riyadh berusaha meredakan situasi dengan mengkambing hitamkan 11 orang yang hingga kini tidak diketahui publik dan menghadiahi hukuman mati lima dari 11 orang tersebut.
Arab Saudi bersedia menormalkan hubungannya dengan Israel jika Washington bersedia membantunya mengalahkan Iran.