China menepis ada ancaman dari strain flu babi baru (G4), sebagaimana hasil riset para peneliti Amerika Serikat (AS) baru-baru ini.
Antara 2011 dan 2018, para peneliti telah mengambil 30.000 usap hidung dari babi di rumah jagal di 10 provinsi China dan di rumah sakit hewan, yang membuat peneliti menemukan sekitar 179 virus flu babi.
Sejumlah toko, termasuk toko serba ada (toserba) membanderol tas belanja dengan harga tiga yen. Pembeli juga didorong untuk membawa tas sendiri dari rumah jika ingin berbelanja.
Ini merupakan babak baru dari kehidupan new normal di China, tempat di mana Covid-19 pertama kali muncul pada akhir Desember 2019 lalu sebelum menyebar secara global.
Taiwan mendirikan kantor untuk membantu orang-orang yang ingin melarikan diri dari Hong Kong, pasca China memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional pada Selasa (30/6).
Ketua DPR AS, Nancy Pelosi menyerukan sanksi dan langkah-langkah lain terhadap China.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengirim sekelompok ahli ke China minggu depan untuk mempelajari asal-usul virus corona baru atau covid-19
Regulasi ini dinilai sebagai perubahan paling radikal China daratan terhadap Hong Kong, sejak negara kota itu kembali ke pelukan China pada 1997, setelah dijajah Inggris.
Kebijakan ini dikatakan sebagai sebagai bagian dari kampanye besar-besaran mengekang populasi Muslim, sementara di sisi lain pemerintah mendorong mayoritas Suku Han memiliki anak lebih banyak.
China mengumumkan akan melakukan pembatasan visa bagi warga Amerika Serikat (AS) yang dinilai berperilaku buruk atas Hong Kong, jelang pengesahan undang-undang keamanan nasional yang kontroversial di negara kota tersebut.