Pidato Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menunjukkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tidak memiliki pengetahuan tentang sejarah
Baqeri bersumpah akan membalas segala ancaman yang datang dari luar, terutama yang baru-baru ini dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat
Iran tak akan menggunakan dolar untuk mengimpor obat-obatan dan alat-alat kesehatan setelah AS menjatuhkan sanksi kepada Bank Sentral Iran.
Menlu Iran Bahram Qassemi mengatakan, Iran akan merespon dengan melakukan tindakan dengan sama dengan AS.
Menurut Abbasi, inspeksi di perguruan tinggi telah menyalahi akses ke situs-situs sensitif.
Pernyataan Pompeo adalah contoh nyata dari campur tangan AS dalam urusan negara lain yang dibuat sejalan dengan kebijakan Washington yang mengganggu stabilitas dan destruktif di kawasan Asia Barat.
Media Barat mencoba memberitakan Iran seburuk-buruknya untuk membantu AS menciptakan kekecewaan dan frustrasi di Iran, dan ini sudah berlangsung selama 40 tahun.
Presiden Iran dalam pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan Iran di negara-negara asing, mengatakan bahwa upaya terakhir AS ditujukan untuk melelahkan rakyat Iran.
Setidaknya 113 orang telah disiksa sampai mati di pusat-pusat penahanan di Yaman yang dijalankan oleh Houthis sejak kudeta dimulai.
Rouhani mengungkapkan bahwa upaya terakhir AS adalah melelahkan rakyat Iran. Sayangnya mereka tidak akan pernah tunduk pada siapa pun.