Kapal tanker Iran yang baru saja dilepaskan oleh Gibraltar, mengubah tujuannya dari semula menuju Yunani, menjadi pelabuhan Turki pada Sabtu (24/8).
Presiden Iran, Hassan Rouhani dan rekannya dari Prancis sudah telepon beberapa pekan terakhir.
Washington akan bertindak terhadap siapa pun yang secara langsung atau tidak langsung membantu kapal tanker itu.
Kapal tanker milik Iran, Grace 1 rupanya tidak berlayar menuju ke Yunani. Demikian ditegaskan oleh Perdana Menteri Yunani, Kyrikos Mitsotakis pada Kamis (22/8).
Sistem ini merupakan pesaing sistem rudal S-300 Rusia.
Juru bicara Kantor Urusan Dewan Negara Taiwan, Ma Xiaoguang, kembali mendesak Amerika Serikat (AS), untuk segera menghentikan penjualan senjata ke negaranya.
Kedua negara akan meminta kepala urusan pelucutan senjata PBB, Izumi Nakamitsu untuk memberi pengarahan terkait keputusan Washington yang ingin menggunakan rudal jarak menengah.
Situasi saat ini di Kashmir dan perselisihan antara India dan Paskistan di wilayah tersebut sebagai buntutu tindakan jahat Inggris saat meninggalkan anak benua India.
Iran menyebut alasan Inggris manahan kapal itu tidak dibenarkan karena Teheran bukan anggota Uni Eropa.
Trump bahkan menyebut Afghanistan sebagai tempat berbahaya. Ia mengibaratkan seperti Universitas terorisme Harvard.