Kasus Limfedema atau lengan bengkak kerap kali menimpa pasien kanker payudara, pasca menjalani operasi maupun radiasi. Namun penyakit yang menyerang sistem kelenjar getah bening tersebut sering terlambat ditangani.
Masyarakat yang memiliki risiko tinggi terhadap Covid-19, atau berada di lingkungan keluarga pengidap Covid-19, disarankan untuk menunda pemeriksaan deteksi dini kanker payudara dengan metode mammografi.
Selain dapat mencegah kemungkinan kanker payudara stadium lanjut, praktik Sadari yang dapat dilakukan di rumah masing-masing juga menjadi bentuk perhatian perempuan terhadap kesehatan payudaranya.
Kepala SMF Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, dr. Danang Tri Wahyudi, SpKK, FINSDV, FAADV mengatakan terdapat delapan jenis skin care yang aman untuk penyintas kanker. Apa saja?
Danang memaparkan, setelah luka insisi sembuh biasanya kulit akan terasa keras dan kaku. Untuk memperbaikinya, alumnus fakultas kedokteran Universitas Indonesia itu menganjurkan penggunaan mild lotion yang mengandung vitamin E atau lanolin.
Proses kemoterapi dalam pengobatan kanker kerap kali menyisakan masalah baru, yakni kulit kering dan pecah. Tentu saja, hal ini membuat sebagian perempuan khususnya pasien dan penyintas kanker payudara tidak percaya diri.
Menurut Ririn, selagi tidak berlebihan, kandungan yang terdapat pada tahu dan tempe justru dibutuhkan oleh tubuh sebagai alternatif untuk memperoleh protein hewani, di saat daging merah berlemak dan daging olahan harus dihindari.
Dengan mengendarai roda dua, Sylvie dan sang suami berhasil tiba di salah satu rumah sakit bilangan Sudirman, untuk melakukan kemoterapi.
Ahli bedah onkologi Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, dr. Walta Gautama, SpB(K)Onk menyebut banyak operasi kanker yang ditunda selama pandemi virus corona baru (Covid-19).
Kondisi ini juga diperburuk dengan kebijakan sejumlah rumah sakit menutup sebagian besar pelayanan non-Covid dan merumahkan tenaga medis kanker, untuk selanjutnya beralih menjadi rumah sakit penanganan Covid-19.