Bung Hatta adalah tokoh yang sejak awal kemerdekaan telah memikirkan tentang bagaimana rakyat Indonesia bisa hidup layak melalui penyediaan tempat tinggal yang manusiawi. Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan bahwa rumah bukan hanya kebutuhan fisik, tetapi bagian dari hak dasar warga negara.
Setiap 25 Agustus, bangsa Indonesia memperingati Hari Perumahan Nasional (Hapernas) sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan panjang mewujudkan hunian layak bagi seluruh rakyat.
Nama Achmad Soebardjo mungkin tidak setenar Soekarno atau Hatta di buku sejarah sekolah, namun kontribusinya terhadap kemerdekaan dan diplomasi Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia adalah diplomat ulung, perumus kemerdekaan, dan Menteri Luar Negeri pertama Republik Indonesia.
Tanggal 16 Agustus 1945 menjadi saksi salah satu momen paling dramatis dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Dua tokoh penting, Soekarno dan Mohammad Hatta atau Sukarno Hatta, "diculik" oleh para pemuda yang dipimpin oleh Soekarni Kartodiwirjo atau Sukarni ke Rengasdengklok, Karawang, demi satu tujuan: mempercepat proklamasi kemerdekaan.
Prabowo menyebut mereka memandang bahwa pemikiran para pendiri bangsa seperti Ir. Sukarno, Hatta, dan Sjahrir tidak cocok di zaman ini.
Pemprov Banten juga berperan penting bagi Bandara Soekarno-Hatta, khususnya terkait kebijakan dan peraturan di wilayah Banten.
Alasan Kenapa Bung Hatta Dijuluki Bapak Koperasi Indonesia, Apa Saja?
Momen tangis itu terjadi ketika Hasto menyampaikan soal semangat perjuangan untuk membangun Indonesia seperti yang diwariskan Presiden Soekarno.
Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mengangkat pidato Presiden pertama RI Soekarno pada Sidang Umum PBB tahun 1960 sebagai rujukan moral dalam membangun tatanan dunia baru.
Penerbangan layangan di area Bandara Soekarno-Hatta menyebabkan 21 pesawat batal terbang dan mendarat