Sikap lunak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Hong Kong mulai menuai kritik.
Aksi demonstrasi terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi di Hong Kong, berujung kekerasan pada Rabu (13/6) sore.
Sejumlah Aktivis Kepemudaan dan Mahasiswa meminta semua pihak menjaga kondusitifitas, kemanan, dan ketertiban masyarakat pasca aksi 21-22 Mei 2019 beberapa waktu lalu di depan kantor Bawaslu
Ketua DPR Bambang Soesatyo memastikan aparat keamanan tidak ada yang membawa peluru tajam dalam pengamanan kawasan gedung DPR dari aksi demo.
Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Asrorun Niam Sholeh mengingatkan kewaspadaan umat dan masyarakat terhadap upaya-upaya provokasi selama bulan Ramadhan.
Massa menemukan ratusan peluru tajam dari mobil Brimob saat melintas di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Ratusan peluru tersebut disita oleh massa.
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengimbau kepada seluruh aparat keamanan yang bertugas mengamankan aksi demo agar bisa menahan diri dan tidak terprovokasi.
Aparat kepolisian menyebut kericuhan yang terjadi dalam aksi demo di depan Gedung Bawaslu akibat ada pihak ketiga yang memprovokasi yang berasal dari luar Jakarta.
Bentrokan antara aparat kepolisian dengan aksi massa menelan sebanyak enam korban jiwa. Sebanyak enam orang yang meninggal dunia dikabarkan dari aksi massa.
Aparat kepolisian masih bentrok dengan aksi massa di kawasan Tanah Abang. Hingga saat ini, massa masih melakukan perlawanan dengan melempari petugas polisi dengan batu hingga molotov.