Penguasa baru Taliban Afghanistan berupaya meredakan situasi di Bandara Internasinal Kabul, Afghanistan, setelah kekacauan yang terjadi minggu ini.
Menteri luar negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, mengatakan bahwa sekutu NATO harus berkontribusi pada pengelolaan tantangan yang berkembang dari krisis Afghanistan
Kalangan dewan acungi jempol langkah pemerintah Indonesia yang telah mengevakuasi 26 WNI beserta 7 WNA dari Kabul, Afghanistan. Mereka sudah sampai di Tanah Air pada Sabtu (21/8) dini hari.
Selain itu, lanjutnya, semestinya evakuasi ini juga bukan berarti Indonesia melarikan diri dari tanggung jawab dalam keterlibatan untuk menghadirkan perdamaian dunia, tetapi juga sebagai perwujudan dari amanat konstitusi.
Berita itu muncul ketika para pejabat Amerika mengkonfirmasi operasi evakuasi dari Afghanistan terhenti selama sekitar tujuh jam pada hari Jumat, karena pangkalan penerima di Qatar meluap dan tidak dapat menampung para pengungsi.
Pertemuan ini dilakukan di tengah kekhawatiran atas kemungkinan terulangnya serbuan migran massal tahun 2015
Beberapa orang tewas ketika gerilyawan Taliban menembaki kerumunan di kota timur Asadabad, kata seorang saksi mata. Saksi lain melaporkan tembakan di dekat rapat umum di Kabul, tetapi tampaknya itu adalah tembakan Taliban ke udara.
Rusia siap menyediakan pesawat sipilnya untuk mengevakuasi warga Afghanistan ke negara lain.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menilai Taliban harus memutuskan secara mandiri, jika ingin diakui oleh masyarakat internasional.