Trump akan menjual kebijakan kerasnya terhadap Iran, dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Selasa (24/9).
Seperti diketahui, negosiasi dengan Korut macet sejak pertemuan puncak kedua yang gagal antara Trump dan Kim Jong Un pada Februari.
Iran tidak dapat bertekuk lutut di bawah sanksi keras Amerika Serikat (AS).
Iran menunggangi serangan pesawat tak berawak baru ini di dua kilang minyak utama di Arab Saudi.
AS dan Arab Saudi telah menyalahkan Iran atas serangan yang terjadi 14 September 2019 lalu, yang pada awalnya mengurangi separuh produksi minyak Saudi. Gerakan Houti yang selaras dengan Iran telah mengklaim bertanggung jawab.
Keputusan AS baru ini untuk meningkatkan sanksi terhadap Iran dan meningkatkan pasukan di wilayah Teluk Persia adalah masalah pencegahan dan pertahanan.
Mohammadi mengatakan Iran akan meningkatkan jumlah kompleks petrokimia menjadi 83, dari 56 saat ini, pada awal 2022. Produksi dan pakan yang digunakan untuk kompleks tersebut akan sangat beragam di tahun-tahun mendatang.
Tembakan pesawat tak berawak menghantam dua infrastruktur kilang minyak Aramco di utara Arab Saudi dalam serangan yang diklaim pemberontak Houthi di Yaman.
Iran mengulurkan tangan persahabatan dan persaudaraan kepada semua tetangganya dan bahkan siap melupakan kesalahan masa lalu karena musuh-musuh Islam berusaha mengambil keuntungan dari keretakan di antara negara-negara kawasan.
Iran tidak akan pernah berusaha memulai perang, namun mengingatkan, siapa pun yang melancarkan perang melawan Iran tidak akan menjadi orang yang mengakhirinya.