Ketua Umum Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Agum Gumelar mengajak pasien kanker payudara tetap berjuang penuh semangat, di tengah pandemi Covid-19 di Tanah Air.
Pasalnya, di saat rumah sakit dan berbagai fasilitas kesehatan fokus dalam penanganan Covid-19, pasien kanker tidak jarang terabaikan.
Ketua YKPI Linda Agum Gumelar mengatakan, upaya ini dilakukan untuk meningkatan kesadaran masyarakat khususnya kaum perempuan, dalam memeriksakan kesehatan payudara.
Salah satu yang dikembangkan dalam KKR selain kemoterapi dan imunoterapi, yaitu personalised medicine dengan tujuan memberikan ketahanan hidup yang lebih panjang bagi pasien kanker kolorektal yang bermetastasis.
Ketua Umum YKPI Linda Agum Gumelar mengatakan, disasarnya generasi milenial ini dengan pertimbangan bahwa kasus kanker payudara kerap kali terjadi pada usia 20-40 tahun.
Kemoterapi dapat menurunkan kadar faktor pelembap alami kulit yang tugasnya menjaga kelembapan alami kulit dari dalam. Sebagai akibatnya, kulit menjadi lebih kering.
Pemeriksaan rutin payudara penting dilakukan oleh setiap kaum hawa. Selain mengetahui kesehatan payudara, ini juga berguna mencegah terjadinya kanker payudara stadium lanjut.
Lebih dari setengah juta kasus baru kanker serviks didiagnosis di seluruh dunia setiap tahun, ratusan ribu wanita meninggal karena penyakit tersebut, dan WHO memperingatkan akan meningkat secara signifikan di tahun-tahun mendatang tanpa tindakan.
Pemberian penghargaan ini dilaksanakan secara virtual, dan dihadiri oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan segenap jajaran pejabat Kemenkes.
Penundaan pengobatan baik berupa pembedahan, radioterapi, atau perawatan lain seperti kemoterapi berdampak signifikan pada kematian pasien.