Arief juga menganggap kejadian tersebut harus membuat pemilih lebih kritis dalam menentukan kandidat pilihannya.
Partai Golkar meyakini Pilpres 2019 hanya ada dua poros atau dua kandidat. Hal itu mengingat syarat untuk mengajukan calon presiden dan wakil presiden (Capres dan Cawapres) sebesar 20 persen kursi DPR.
Kontestasi Pilpres 2019 diharapkan berjalan dengan baik, tanpa adanya politik uang. Seluruh kandidat diingatkan agar tidak menggunakan politik uang untuk meraih kekuasaan.
Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Alessandro Costacurta membocorkan tiga kandidat pelatih.
Meski telah mendapat lima dukungan dari Parpol sebagai Capres di Pilpres 2019, Presiden Jokowi belum menentukan kandidat calon wakil presiden (Cawapres).
Seluruh partai politik (Parpol) ditantang mengajukan kader potensialnya untuk bertarung di Pilpres 2019. Sehingga, para kandidat bisa saling adu program dan gagasan untuk Indonesia ke depan.
Pilpres 2019 diprediksi akan muncul kuda hitam sebagai kandidat calon presiden dan calon wakil presiden (Capres dan Cawapres) yang sebelumnya tidak diperhitungkan. Siapa dia?
Kandidat calon presiden (Capres) terkuat pada Pilpres 2019 hanya ada dua nama, yakni Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menetapkan sejumlah kadernya untuk maju di Pilpres 2019 mendatang. Mantan Presiden PKS Anis Matta menjadi salah satu kandidat kuat.
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) salah satu nama yang masuk dalam sejumlah lembaga survei sebagai salah satu kandidat yang bakal maju di Pilpres 2019.