Aliran listrik padam di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Barat (Sulbar) pada Kamis (15/11) hingga Jumat (16/11) membuat masyarakat resah, lantaran banyak aktivitas masyarakat yang terganggu.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menelusuri aliran suap PLTU Riau-1 yang diduga untuk pemenangan Al Khadziq dalam Pilkada Temanggung 2018.
Diperkirakan 80 persen dari semua makanan datang melalui kota pelabuhan. Namun muncul kekhawatiran pertempuran yang masih terus berlanjut di wilayah tersebut dapat mengganggu aliran bantuan.
Melancarkan sirkulasi aliran darah yang akan memberikan efek relaksasi dan kesegaran pada tubuh.
Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih mengaku telah menyerahkan sejumlah bukti dugaan aliran suap PLTU Riau-1 ke Partai Golkar kepada penyidik KPK.
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi bukti aliran suap PLTU Riau-1 ke Partai Golkar. Hal itu terkait uang suap PLTU Riau sebesar Rp2 miliar untuk keperluan Munaslub Golkar.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian diminta tidak larut dengan hasil investigasi sejumlah media yang tergabung IndonesiaLeaks soal dugaan aliran uang suap dari CV Sumbers Laut Perkasa milik Basuki Hariman kepada sejumlah petinggi Polri.
KPK mengaku sulit membuktikan adanya dugaan aliran uang suap dari CV Sumbers Laut Perkasa milik Basuki Hariman kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.
KPK telah mengidentifikasi sejumlah pihak yang diduga turut menikmati aliran suap PLTU Riau-1. Bahkan, KPK telah mengantongi nilai aliran dana kepada sejumlah pihak.
KPK telah mengantongi bukti awal aliran suap PLTU Riau-1 ke Partai Golkar. Hal itu terkait pengembalian uang senilai Rp700 juta oleh salah satu elite Partai Golkar.