Banayak beredar berita simpang yang membuat takut banyak orang soal Vaksin Covid-19
Ribuan orang telah tewas sejak konflik meletus, 2 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan 91 persen dari populasi hampir 6 juta membutuhkan bantuan, menurut laporan terbaru oleh Kantor PBB untuk Urusan Koordinasi Kemanusiaan.
Jumlah kasus HIV-AIDS meningkat secara signifikan dari waktu ke waktu, dan data menunjukkan bahwa sebagian besar orang yang terinfeksi berada di usia produktif.
Kebijakan otonomi khusus (Otsus) yang selama ini berjalan di Papua belum bisa menjawab dan mengakomodir kepentingan masyarakat Papua atau orang asli Papua.
Negara Bagian Kayah, Myanmar terancam mengalami bencena kelaparan yang memicu kematian, akibat aktivitas militer memaksa lebih dari 100.000 orang meninggalkan rumah untuk menghindari konflik.
WSJ pada Senin mengutip orang-orang yang akrab dengan laporan rahasia oleh laboratorium nasional pemerintah AS yang mengatakan, itu menyimpulkan bahwa hipotesis kebocoran virus dari laboratorium China di Wuhan masuk akal dan pantas untuk diselidiki lebih lanjut.
India telah memvaksinasi sebagian atau seluruhnya sekitar 101 juta pria, hampir 17 persen lebih banyak daripada wanita. Laki-laki menyumbang 54 persen dari jumlah total orang yang disuntik, menurut data.
Taiwan telah berjuang untuk mempercepat program vaksinasi sementara menangani lonjakan kasus domestik, dengan hanya sekitar 3 persen dari 23,5 juta orang yang telah menerima setidaknya satu suntikan.
Beberapa negara miskin tidak dapat mengimunisasi petugas kesehatan mereka, orang tua dan populasi lain yang paling rentan terhadap penyakit COVID-19 yang parah.
Kepresidenan Irak meminta Turki untuk menarik pasukannya dari Irak dan mengutuk pemboman kamp pengungsi Makhmour di utara negara itu yang menewaskan tiga orang pada hari Sabtu.