Lebih dari 200 wartawan menuduh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerang media.
Ini merupakan serangan teror lanjutan dengan mengirimkan Paket Bom berbentuk pipa yang dikirim ke kediaman Barack Obama, Hillary Clinton, dan kantor media AS CNN.
Putin kembali menolak klaim Trump bahwa Rusia melanggar INF. Ia mengatakan runtuhnya pakta akan mengarah pada perlombaan senjata baru, situasi yang ia gambarkan sangat berbahaya.
Berbicara di depan pendukungnya di Mosinee, Wisconsin, Presiden AS mengatakan tokoh publik memiliki kewajiban untuk meredam retorika mereka.
Pada Selasa malam, sebuah paket bahan peledak lain dialamatkan kepada mantan Presiden AS Barack Obama ke rumahnya di Washington DC.
Polisi melakukan penjagaan di rumah mantan Menlu AS Hillary Clinton dan Presiden Bill Clinton di Chappaqua, negara bagian New York hari Rabu (24/10).
Jubir Kremlin Peskov mengatakan keputusan Trump menarik AS dari Traktat Senjata Nuklir Jarak Menengah dan langkah-langkah serupa lainnya akan membuat dunia menjadi lebih berbahaya.
Presiden AS Donald Trump mengatakan dia yakin Arab Saudi berbohong dalam akun mereka tentang pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi .
Sebelumnya, administrasi Trump akan memberi tahu para pemimpin Rusia minggu depan tentang rencana untuk keluar dari perjanjian penting, sebagian untuk memungkinkan Amerika Serikat melawan pembangunan senjata China di Pasifik.
Perjanjian tersebut menyulitkan AS mengembangkan senjata baru untuk memerangi upaya China yang berupaya mendominasi penguasaan senjata nuklir di Pasifik Barat.