Arab Saudi menolak adanya eksploitasi politik terkait kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di dalam konsulat Saudi di Istanbul
Proyek yang paling penting telah diluncurkan untuk Kementerian Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral. Proyek-proyek ini bernilai 4,94 miliar riyal Saudi atau sekira USD1,3 miliar
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengeluarkan pernyataan yang akan membuat geram Donald Trump. Pasalnya, dalam pernyataannya tersebut Zarif seolah mengejek sikap Trump atas kasus Jamal Khashoggi yang tewas di Konsulat Arab Saudi.
Trump mengatakan meskipun ada kemungkinan bahwa Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman terkait pembunuhan Jamal Khashoggi, AS akan tetap menjadi mitra setia kerajaan.
Sejak tewaskanya Khashoggi, Riyadh dipaksa untuk mencopot MBS. Tetapi Raja Salman tampaknya bertekad untuk memastikan putranya tetap di pucuk kepemimpinannya.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu juga meminta bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Amerika Serikat (AS), jika kerjasama dengan Saudi berakhir buntu.
Donald Trump berencana menambah kewenangan pasukan militer AS, yang berjaga-jaga di sepanjang perbatasan
Trump tak menutup kemungkinan MBS terlibat dalam pembunuhan keji tersebut, namun dia menggarisbawahi tak satu pun orang mengetahui fakta pembunuhan itu.
Setidaknya satu aktivis dibuat tergantung dari langit-langit dan seorang wanita lain yang ditahan dilecehkan secara seksual oleh interogator yang mengenakan masker wajah.
Kebijakan tersebut merupakan sinyal tegas dari Jerman, yang bulan lalu memberlakukan larangan menjual senjata ke Arab Saudi hingga pelaku pembunuhan Khashoggi sudah ditemukan.