Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta kelompok NATO untuk meningkatkan keterlibatannya di Timur Tengah.
Presiden Donald Trump sesumbar bahwa Amerika Serikat (AS) tidak perlu lagi bergantung dengan Timur Tengah untuk urusan minyak.
Di siang hari, curah hujan berubah. Kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan mengalami hujan lebat
Serangan awal balas dendam Teheran terhadap Pentagon ini meningkatkan momok konflik Timur Tengah, dan gangguan pada aliran minyak mentah.
Kantor berita al-Forat berbahasa Arab Irak melaporkan bahwa aliansi tersebut memutuskan memindahkan pusat komandonya dari ibukota Irak, Baghdad ke Kota Kuwait pada Selasa (7/1).
Putri sang jenderal, Zainab, dalam kerumunan peziarah mengecam Washington dan mengancam akan melakukan serangan balasan terhadap tentara AS yang ada di Timur Tengah.
Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah menyebut militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah (Timteng) akan membayar harga, atas terbunuhnya komandan Pasukan Quds, Qassem Soleimani
Serangan itu memicu kekhawatiran bahwa meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dapat mengganggu produksi energi di wilayah tersebut.
Pejabat AS era Presiden Barack Obama menilai, Trump kini telah menghapus peluang untuk mengeluarkan AS dari "perang tanpa akhir" di Timur Tengah.
Serangan itu menyasar konvoi yang membawa pejuang anti teror Irak yang populer di utara Baghdad