Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.
Menjelang Idul Adha 1446 H, umat Islam disuguhkan dua momentum ibadah yang sangat istimewa: Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Puasa Arafah (9 Dzulhijjah).
Peristiwa Kenaikan Yesus Kristus, yang dirayakan pada hari ke-40 setelah Hari Paskah, merupakan salah satu momen sakral yang memiliki makna mendalam dalam tradisi liturgi umat Kristen.
9 Dzulhijjah dalam kalender Islam atau yang lebih dikenal sebagai Hari Arafah adalah salah satu dari hari yang paling istimewa bagi umat Muslim.
Banyak kisah dalam sejarah hidup Rasulullah SAW yang menjadi sumber inspirasi moral bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah satunya adalah momen ketika beliau menerima kedatangan seorang preman Quraisy bernama Adi bin Hatim—yang semula dikenal sebagai musuh bebuyutan Islam.
Hari itu langit tampak syahdu. Masjid Nabawi dipenuhi lautan air mata. Umat Muslim berkumpul atas panggilan Baginda Rasulullah SAW yang dalam kondisi sakit dan lemah, usai menunaikan Haji Wada`—ibadah terakhir sebelum wafat.
Perkumpulan negara Islam ini lahir dari kesadaran bersama bahwa dunia Islam membutuhkan wadah kebersamaan antara lembaga parlemen dalam menghadapi tantangan global dan untuk membela kepentingan umat Islam di manapun.
Kita berkumpul untuk mendiskusikan isu-isu yang penting dan krusial bagi eksistensi umat di negara muslim maupun negara dengan penduduk mayoritas muslim.
Mari kita bekerja sama untuk memajukan perdamaian, kesejahteraan, dan kemajuan bagi seluruh umat manusia. Bersama-sama, kita dapat membangun masa depan yang lebih cerah bagi negara kita, dan dunia.
Hari Raya Waisak, yang juga dikenal sebagai Vesak atau Buddha Jayanti, merupakan perayaan terpenting bagi umat Buddha di seluruh dunia, termasuk Indonesia.