Iran, Rusia, China, Uni Eropa, Jerman, Prancis, dan Inggris menggambarkan langkah administrasi Trump sebagai tindakan melanggar hukum, sia-sia, dan batal serta bersuara dalam surat terpisah.
Netanyahu sudah lama memperdebatkan kesepakatan antara kekuatan utama, yaitu Inggris, China, Prancis, Jerman, Rusia, AS dengan Iran, musuh bebuyutan Israel sebagai cacat.
AS yang sudah keluar dari kesepakatan nuklir 2015 dua tahun lalu beralasan Iran melanggar pakta tersebut.
Menteri Luar Negeri, AS Mike Pompeo sebelumnya memperingatkan Dewan Keamanan PBB bahwa Washington akan mengembalikan sanksi internasional berdasarkan klausul snapback dari Resolusi 2231.
Pompeo akan bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk PBB Dian Triansyah Djani untuk mengajukan keluhan tentang ketidakpatuhan Iran terhadap kesepakatan nuklir 2015.
Klaim AS itu adalah bagian dari propaganda untuk menutupi kesalahan perhitungannya di Afghanistan.
Hariri, seorang miliarder Muslim Sunni, memiliki hubungan dekat dengan Barat dan sekutu Arab Teluk Sunni, dan dipandang sebagai ancaman bagi pengaruh Iran dan Suriah di Lebanon.
Pompeo kemungkinan akan bertemu dengan Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Duta Besar Dian Triansyah Djani, Dian Triansyah Djani untuk menyampaikan keluhan tersebut.
Snapback Amerika sangat ilegal sehingga tidak dapat diterima, dan mereka tahu bahwa mereka tidak dapat menggunakannya
Itu disampaiakn setelah Dewan Keamanan PBB dengan keras menolak resolusi yang diajukan AS untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran.