Pimpinan DPR RI menerima surat presiden (Surpres) mengenai usulan calon Panglima TNI calon atas nama Jenderal TNI Andika Perkasa untuk menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang telah memasuki pensiun.
Semuanya oke sih, semua calon-calon ini mumpuni dan layak, tinggal presidenlah yang akan menentukan sesuai dengan rencana presiden, kan rencana presiden pasti utuh ya soal pertahanan dan kekuatan personel TNI kita.
Sebagai sosok yang loyal, beliau sangat layak jika diberi kepercayaan oleh Presiden sebagai Menkopolhukam, kementerian yang selaras dengan kerja-kerja di militer yaitu menjaga situasi keamanan politik dan keamanan.
Menurut dia, masih memungkinkan bagi DPR untuk melakukan fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) calon Panglima TNI sebelum masa reses, 8 Oktober mendatang.
PON Papua yang melibatkan ribuan orang ini memiliki risiko besar penularan COVID-19 dan juga potensi gangguan keamanan
Siapapun nama calon Panglima TNI yang akan dikirim Presiden, DPR berharap dia adalah yang terbaik bagi organisasi TNI dan rakyat, sehingga TNI sebagai alat pertahanan negara bisa melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia.
Muhammad Adnan Arsal, Panglima Damai Poso
Bisa juga misalnya presiden Jokowi mengambil jalan tengah, Andika jadi panglima TNI wakilnya Yudo, nanti begitu Andika habis nanti Yudo lagi yang diusulkan.
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), TB Hasanuddin mengatakan, siapa pun figur calon Panglima TNI ke depan pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto, harus memiliki kemampuan menyelesaikan empat permasalahan dalam tubuh TNI.
Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Hendra Yusran Siry menerangkan, bahwa penataan ruang laut merupakan ‘panglima’ dalam pembangunan seluruh sektor di laut.