Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) memuji prestasi Iran dalam program rudal balistiknya meskipun ada beberapa dekade sanksi yang diberlakukan Washington.
Setidaknya 106 pengunjuk rasa di 21 kota telah tewas, menurut laporan yang dapat dipercaya dari para saksi, video yang diverifikasi dan informasi dari aktivis hak asasi manusia.
Strategi Iran adalah untuk mendukung hubungan dan kerja sama dengan negara-negara kawasan dan tetangga, khususnya Pakistan.
Iran menekankan bahwa tindakan balas dendamnya dapat dikembalikan seperti semula begitu Eropa menemukan cara praktis untuk melindungi perdagangan bersama dari sanksi AS.
Protes di Iran terjadi saat karena sebagian orang tidak diinformasikan dengan benar dan secara rinci keuntungan yang akan diterima dari kebijakan yang bertujuan membantu warga membutuhkan.
Akibatnya, demonstrasi berubah menjadi kekerasan di beberapa kota, Bentrokan antara pasukan keamanan dan unsur-unsur tertentu merusak properti publik.
Iran mengutuk dukungan Amerika Serikat untuk "perusuh" dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Minggu malam
Para pengunjuk rasa berusaha untuk membakar sebuah depot bahan bakar di pusat kota Sirjan tetapi dihalangi pasukan keamanan.
Iran mulai menjatah bensin dan secara substansial meningkatkan harga bahan bakar. Konon pendapatan tersebut akan digunakan untuk membantu warga negara itu yang kurang mampu.
Keputusan itu memicu unjuk rasa di sejumlah kota Iran. Elemen-elemen oportunis berusaha mengeksploitasi situasi dan menggerakkan gelombang protes damai terhadap kenaikan harga bahan bakar.