Panen itu juga mengkritik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena tidak mengumumkan keadaan darurat internasional sampai 30 Januari.
Amerika Serikat (AS) meminta China mengizinkan tim ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mewawancarai tenaga perawatan, mantan pasien, dan pekerja lab di pusat kota Wuhan.
Upaya ini bertujuan mengembangkan kemampuan akademik para mahasiswanya, dengan berbagai kolaborasi dan kerjasama, termasuk dengan universitas dari luar negeri, sesuai motto transforming hearts and minds.
Pejabat Amerika Serikat (AS) yang ikut campur dalam masalah Taiwan, terancam mendapatkan sanksi dari China.
China melaporkan lebih dari 100 kasus Covid-19 baru selama enam hari berturut-turut, menyusul peningkatan infeksi di wilayah timur laut.
Media pemerintah melaporkan para pekerja berhasil memberi tanda ke penyelamat tujuh hari setelah kecelakaan itu.
China pada Minggu (17/1) melaporkan 109 kasus COVID-19 baru yang dikonfirmasi, dua pertiga di antaranya di provinsi utara yang berbatasan dengan Beijing, dan tidak ada kematian.
Pembangunan rumah sakit itu dilakukan di tengah lonjakan infeksi di sebuah kota di selatan Beijing.
Vaksinasi itu diluncurkan ketika negara terpadat di dunia setelah China mencoba mengendalikan pandemi COVID-19 yang dimulai dengan dua suntikan yang diproduksi secara lokal.
Pemerintah Barat dan kelompok hak asasi prihatin bahwa undang-undang keamanan digunakan untuk menghancurkan perbedaan pendapat di kota yang diperintah China itu.