Mekanisasi pertanian menjadikan cara bertani yang modern karena pekerjaan dilakukan dengan cepat, efisiensi, dan menekan kehilangan (losses) dan menghasilkan produk yang kompetitif.
Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah komando Mentan Syahrul memiliki pondasi kuat dalam membangun pertanian masa depan yang bisa menopang ekonomi negara secara terus menerus.
Pemerintah pusat berupaya merubah mindset dan cara kerja birokrasi. Selanjutnya memberikan pemahaman yang baik atas perencanaan program/kegiatan.
Di saat pandemi Covid-19 melanda sendi-sendi perekonomian di berbagai sektor tak terkecuali sektor pertanian, justru permintaan ekspor tanaman florikultura terutama dracaena.
Peternak sapi perah di DKI Jakarta sudah luar biasa berupaya maksimal untuk memenuhi protein hewani terlebih saat ini adanya tantangan pandemi virus corona baru (COVID-19)
Upaya peningkatan ekspor dengan memberikan akses informasi melalui aplikasi IMACE disambut baik oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.
Angka tersebut meningkat sebanyak 53,1 % dibanding periode sama tahun 2019 yang hanya berhasil mencatat sebanyak 282,47 ribu ton dengan perolehan nilai ekonomi Rp1,65 triliun.
Saat ini anggaran di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (balttbangtan), Kementan sangat rendah, 5% dari keseluruhan anggaran Kementan.
Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak semua pihak untuk semakin menghargai kontribusi para petani dalam menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.