Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) memberikan sambutan dalam acara Program Pelatihan Wirausaha bagi Masyarakat Strategis dan Masyarakat Kehutanan Sosial.
Wakil Ketua Banggar DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap proses pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 dengan mengusulkan kurikulum pendidikan disesuaikan dengan situasi pandemi.
Ketua Banggar DPR RI, MH Said Abdullah meminta pemerintah merancang kebijakan fiskal ekspansi-konsolidatif dalam merumuskan RAPBN 2021 agar memiliki dampak dalam membangkitkan ekonomi.
Komisi VI DPR RI menyetujui rencana Pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp 151,10 triliun dan untuk disampaikan kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.
Kesehatan dan sektor ekonomi menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan dalam rangka menghadapi pandemi Covid-19 di tanah air. Oleh sebab itu, perlu kesadaran dan kebersamaan semua pihak.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI MH. Said Abdullah menegaskan, penanganan Covid-19 saat ini akan menjadi landasan dalam pemulihan sosial dan ekonomi nasional.
Banggar DPR RI melaporkan Hasil Pembahasan Pembicaraan Pendahuluan RAPBN 2021 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2021.
Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah menyepakati asumsi makro pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021.
Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah mengatakan perlunya pembagian beban bersama antara pemerintah dan BI dalam membiayai program PEN Tahun 2020. Pasalnya, besarnya alokasi anggaran mencapai Rp 905,10 triliun tidak bisa ditanggung oleh Pemerintah sendiri.
Asumsi dasar untuk RAPBN 2021 mulai dibahas di Banggar DPR RI. Kecuali Indonesia Crude Price (ICP) dan lifting minyak, semua indikator asumsi dasar ekonomi makro sudah diusulkan Banggar.