Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mekuncurkan sebuah buku berjudul "Mengapa Indonesia Belum Sejahtera?". Ide awal buku tersebut muncul dari kegelisahan sejak lama terhadap situasi dan kondisi bangsa saat ini.
Setelah menang kasasi di Mahkamah Agung (MA) atas Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah akan konsultasi dengan Anis Matta untuk membenahi partai yang sudah lama dibesarkannya.
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai telah melakukan pengrusakan terhadap partai dakwah tersebut secara masif. Hal itu berimplikasi terhadap citra PKS yang semakin memburuk jelang Pemilu 2019.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mencalonkan Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilu 2019 mendatang.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diprediksi akan berakhir alias bubar pada tahun 2018. Hal itu dikarenakan oleh segelintir elite yang sengaja menghancurkan PKS dari dalam.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menghadapi problem pemikiran secara organisatoris sejak lama. Tetapi, oleh Anis Matta, posisi partai itu dirubah sebagai cikal bakal sebuah gerakan Islam.
Partai Gerindra berjanji tidak akan meninggalkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pilpres 2019 mendatang. Alasannya, Gerindra dan PKS sudah sejak lama menjalin koalisi.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku tidak habis pikir nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut sebagai calon presiden (Capres) pada Pilpres 2019 mendatang.
Partai Gerindra setuju dengan usulan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) pada Pilpres 2019 mendatang.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara tegas menolak wacana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden atau calon wakil presiden pada Pilpres 2019.