Proyek yang paling penting telah diluncurkan untuk Kementerian Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral. Proyek-proyek ini bernilai 4,94 miliar riyal Saudi atau sekira USD1,3 miliar
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengeluarkan pernyataan yang akan membuat geram Donald Trump. Pasalnya, dalam pernyataannya tersebut Zarif seolah mengejek sikap Trump atas kasus Jamal Khashoggi yang tewas di Konsulat Arab Saudi.
Trump mengatakan meskipun ada kemungkinan bahwa Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman terkait pembunuhan Jamal Khashoggi, AS akan tetap menjadi mitra setia kerajaan.
Sejak tewaskanya Khashoggi, Riyadh dipaksa untuk mencopot MBS. Tetapi Raja Salman tampaknya bertekad untuk memastikan putranya tetap di pucuk kepemimpinannya.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu juga meminta bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Amerika Serikat (AS), jika kerjasama dengan Saudi berakhir buntu.
Trump tak menutup kemungkinan MBS terlibat dalam pembunuhan keji tersebut, namun dia menggarisbawahi tak satu pun orang mengetahui fakta pembunuhan itu.
Kebijakan tersebut merupakan sinyal tegas dari Jerman, yang bulan lalu memberlakukan larangan menjual senjata ke Arab Saudi hingga pelaku pembunuhan Khashoggi sudah ditemukan.
Di tengah gejolak pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, sejumlah anggota keluarga penguasa Arab Saudi berupaya mencegah Putra Mahkota Mohammed bis Salman (MBS) menjadi raja
Raja Arab Saudi memuji pengadilan dan aparat lainnya yang berhasil melaksanakan tugasnya dalam menegakkan keadiala, tanpa secara langsung memohon pengusutan pembunuhan kolumnis Washington Post.
Menlu Prancis sudah kelewatan. Dia harus tahu bagaimana seharusnya berbicara dengan seorang presiden.