ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Libya, pada Selasa (25/12) kemarin.
Koalisi pimpinan Amerika Serikat melakukan serangan udara pekan lalu di Suriah, kurang dari seminggu setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penarikan pasukan dari negara konflik tersebut.
Pejabat Pemerintah Afghanistan menyebutkan bahwa lebih dari 40 orang tewas dalam pemboman dan serangan di sebuah gedung pemerintah di Kabul.
Dilansir dari AFP, kedua terduga ditangkap pada Sabtu (22/12) pagi, tak lama setelah bandara kembali dibuka untuk penerbangan.
Dan 120.000 penumpang yang sebelumnya terlantar di bandara tersebut, perlahan-lahan diberangkatkan, menyusul libur Natal dan Tahun baru dekat-dekat ini.
Seorang pejabat tinggi AS menilai keputusan Trump terkait penarikan tentara dari Suriah bertanda bahwa AS akan menghentikan serangan udara di sana
Dilansir dari AFP, sejumlah kabel diplomatik Uni Eropa dari seluruh dunia diketahui mengungkap kecemasan cara menghadapi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, serta kekhawatiran atas Rusia, China, dan Iran.
Komando Afrika militer (Africom) mengatakan pada Senin (17/12) bahwa empat serangan yang dilepasakan pada Sabtu (15/12), menewaskan 34 pejuang, dan dua lagi pada Minggu (16/12), yang menewaskan 28 orang.
Sekitar 300 warga sipil juga tewas, banyak di antaranya dalam serangan udara koalisi, dan ribuan orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
Kepala digital dan inovasi Saipem, Mauro Piasere, mengatakan bahwa serangan itu berasal dari Chennai, India.