Limbah nuklir memang bikin pusing dunia. Pembuangan limbah radioaktif yang aman hingga saat ini masih diperdebatkan. Kini Jepang justru membuang limbahan PLTN Fukushima ke lautan Pasifik.
Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza meminta pemerintah memanggil Duta Besar Jepang untuk Indonesia (H.E) Kenji Kanasugi. Pemanggilan itu untuk menjelaskan keputusan Jepang membuang limbah radioaktif dari PLTN Fukushima.
Jepang mendesak puluhan ribu warganya di Tiongkok untuk tidak menonjolkan diri dan meningkatkan keamanan di sekitar sekolah dan misi diplomatik.
China melarang impor makanan laut Jepang akibat pelepasan air radioaktif yang telah diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima ke laut.
Jaring dipasang pada Kamis ketika operator pembangkit listrik Tokyo Electric Power Company (Tepco) mulai melepaskan air radioaktif yang telah diolah ke Pasifik.
Pelepasan ini menuai reaksi keras dari China, yang merupakan negara tetangganya.
Limbah Nuklir Fukushima Mulai Dibuang Akhir Agustus
Rusia dan Ukraina Saling Tuding soal PLTN Zaporizhzhia
Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi mengeluarkan peringatan tersebut menyusul evakuasi yang sedang berlangsung di kota terdekat Enerhodar, yang diperintahkan oleh gubernur lokal yang dilantik Rusia.
Rusia menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) untuk "memeras" dunia.