Kawasan Transmigrasi Cahaya Baru telah ditetapkan sebagai Kota Terpadu Mandiri (KTM) sejak tahun 2006 oleh Menteri Ketengakerjaan dan Transmigrasi, Erman Suparno. Saat itu, Erman Suparno mengajak pemerintah daerah untuk mempercepat pengembangan kawasan tersebut.
Selain aspek produktivitas lahan pertanian, Kemendes PDTT juga berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pemberian bantuan berupa perlengkapan kegiatan belajar mengajar untuk SLTP sebesar Rp 100 juta di KTM Pawonsari.
Pengembangan kawasan agroeduwisata kebun buah di KTM Geragai tersebut, lanjutnya, sejalan dengan Gerakan Revolusi Oranye, yakni sebuah kampanye dalam pengembangan buah nusantara secara revolusioner dalam skala orchard. Revolusi tersebut sedang digalakkan oleh Pemerintah.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo yang diberi mandat oleh Presiden RI Joko Widodo telah menyerahkan Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada para transmigran yang menghuni di Kota Terpadu Mandiri (KTM) Lagita, Kawasan Transmigrasi di Bengkulu Utara, Bengkulu
Proyek yang diresmikan tersebut di antaranya adalah jalan dua jalur boulevard sepanjang 2,7 kilometer, pembangunan embung, jembatan, peletakan batu pertama Islamic Center, dan pembangunan rumah Rice Milling Unit (RMU).