Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi pada maskapai itu, mengklaim itu digunakan untuk mentransfer pejabat yang korup di seluruh dunia.
Operasi yang disebut pengecut dilakukan di bawah arahan langsung Presiden AS Donald Trump dan Departemen Pertahanan AS bertanggung jawab penuh atas pembunuhan itu.
Namun, semua indeks ekonomi Iran selama delapan bulan terakhir menunjukkan, negara itu berhasil mengatasi sanksi dan AS benar-benar salah dalam memperhitungkan.
Setelah memilih merahasiakannya poin kesepakatan abadi ini selama bertahun-tahun, Trump akhirnya mengumumkan secara garis besar di Gedung Putih pada 28 Januari 2019.
Disebutkan juga bahwa Trump akan mengusulkan pengeluaran yang lebih tinggi untuk pertahanan dan veteran.
Netanyahu juga menekankan bahwa wilayah yang Israel rencanakan untuk dianeksasi akan mencakup semua permukiman Tepi Barat dan Lembah Yordan.
Iran berhasil melumpuhkan musuh-musuhnya, dan mengembangkan alat pertahanan canggih miliknya sendiri sebagai tanggapan atas penggunaan langkah-langkah yang semakin maju dari musuh.
Dalam sebuah surat pada Jumat (7/2), anggota parlemen menyalahkan tim di balik rencana tersebut karena tidak berkonsultasi dengan Palestina.
Aksi unjuk rasa yang juga dikuti beberapa anggota parlemen dan anggota Aliansi Nasional juga turun ke jalan di provinsi lain, termasuk al-Zarq dan Ajloun di utara.
Kehadiran militer dan penasehat Iran di wilayah tersebut juga sudah menjadi benteng melawan plot AS dan Eropa di wilayah tersebut.