Masalah kesehatan harus menjadi prioritas saat di jalan ketika mudik Lebaran. Kendala kesehatan yang kerap terjadi pada pemudik adalah diare hingga flu atau pilek.
Pada saat nanti ini beroperasional yang harus diingat oleh Pemerintah baik itu Pemerintah Pusat dan daerah adalah labelling terhadap sekolah tadi. Jangan sampai anak-anak yang sudah (lekat) dengan dikotomi bahwa dia anak miskin, kemudian dia sekolah kemudian menjadi labelling dia dari sekolah kemiskinan.
Mudik Lebaran merupakan momen tahunan yang melibatkan mobilitas jutaan orang, maka, kesiapan layanan kesehatan menjadi aspek krusial dalam menjamin keselamatan dan kesehatan para pemudik.
Komnas HAM mendorong Polda NTT mengungkapkan keberadaan dan peran serta pihak-pihak perantara dalam kasus tersebut.
Seperti ketersediaan arena bermain hingga aksesbilitas bagi ibu yang membawa anak harus diperhatikan. Moda transportasi umum seperti bus, kereta, dan kapal laut juga harus menyediakan fasilitas khusus, seperti ruang menyusui, serta playground agar perjalanan tidak terasa membebani bagi anak.
Berbagai layanan disediakan di Posko Mudik TASPEN yang berkolaborasi dengan Injourney, di antaranya pembagian obat dan vitamin guna menjaga kesehatan pemudik selama perjalanan, penyediaan spot foto sebagai hiburan, serta takjil gratis bagi pemudik yang menjalankan ibadah puasa.
Ini harus ada konsepnya, karena seperti ini, kita langganan tv on demand, kalau usia dewasa enggak masalah karena biasa. Tapi ada yang belum cocok untuk anak di bawah umur, karena ada yang vulgar.
Kan mereka berbaur bersama masyarakat. Nah itu yang menjadi kesulitan bagi aparat yang bertugas di sana apalagi kalau kita bicara di sana lokasinya kan sangat sulit aksesnya. Apalagi masyarakat sipil, kemampuan untuk membedakannya sulit.
Korban KDRT Cut Intan Nabila mendapat hak asuh anak atas putusan Pengadilan Agama.
Tinjau Layanan Kesehatan Rakyat, Ibas: Pastikan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Merata di Seluruh Indonesia