Lukman menegaskan rilis 200 nama mubalig atau tersebut hanyalah bentuk pelayanan pemerinta
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan beranggapan rekomendasi 200 Mubalig versi Kementerian Agama (Kemenag) yang tidak tetap, bisa membingungkan Umat Islam.
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim dinilai sedang melakukan politik belah bambu terhadap ulama. Hal itu terkait keputusan Kementerian Agama yang mengeluarkan daftar 200 nama penceramah mubaligh yang memenuhi kriteria.
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim diminta untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Hal itu terkait keputusan Kementerian Agama yang mengeluarkan daftar 200 nama daftar penceramah mubaligh yang memenuhi kriteria.
Daftar 200 penceramah dalam rekomendasi mubaligh Kementerian Agama (Kemenag) dinilai justru menambah kegusaran dan kegaduhan di tanah air.
Daftar 200 penceramah dalam rekomendasi mubaligh Kementerian Agama (Kemenag) dinilai berpotensi pembelahan antar ulama di tanah air.
Penyebaran daftar penceramah dalam rekomendasi mubaligh Kementerian Agama (Kemenag) dinilai politis. Dan politik Kemenag tersebut adalah konyol.
Zainut Tauhid Saadi menegaskan daftar penceramah dalam daftar rekomendasi mubaligh Kementerian Agama belum final.
Keterangan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin soal daftar tersebut belum jelas dipahami masyarakat.
Hasil itu didapat setelah digelar sidang isbat, dan rukyatul hilal yang tersebar di 95 titik dan 32 provinsi di Indonesia.