Misalnya seperti IPU dan G20 kemarin ini yang sudah tak terasa kurang dari 2 minggu lagi kita akan hosting (AIPA). Kalau persiapan mungkin sudah 80 persen ya sampai saat ini dan kesiapan-kesiapan kita progress-progress yang sudah kita laksanakan, tadi kita ke share ke embassy juga.
Ya mudah-mudahan beliau bisa hadir lah. Tadi saya sampaikan, semua elite bangsa kita akan diundang, masalah kehadiran beliau-beliau tergantung yang konfirmasinya.
Ada banyak poin yang bisa kita elaborasi termasuk tadi bagaimana memandang Desa itu tidak seragam, bagaimana Dana Desa tidak cuma buat infrastruktur fisik, tapi juga buat infrastruktur akal dan nurani, SDM termasuk di antaranya menjaga agar tidak hanya membangun desa tapi desa yang membangun.
Yang paling utama adalah Ketua Umum Parpol apalagi ya kalau tuan rumah pasti kita nanti pas Gibran semua kan hadir dalam acara Harlah PKB 25 ini.
Kita semua berharap, dengan keluarnya putusan tersebut, mulai hari ini dan seterusnya tidak terjadi lagi multitafsir dari para hakim dan masyarakat terkait perkawinan beda agama.
Indro Gutomo: Kita Akan Jadikan Perpustakaan MPR Sebagai Sumber Referensi Ketatanegaraan
Semakin lama survei kita semakin naik terhadap partai dan calon presiden kita, akan semakin banyak serangan dan fitnah-fitnah terhadap kita.
Inalum merupakan BUMN yang memproduksi aluminium. Sejak beroperasi tahun 1982, hitungan produksinya tidak lebih dari 250 ribu ton per tahun. Sementara demand atau kebutuhan dalam negeri sebesar 1,5 juta ton per tahun. Akibatnya Untuk memenuhi kebutuhan itu kita harus import. Padahal kita kaya dengan bauksit. Hal ini karena Inalum tidak memilik energi listrik yang cukup untuk proses produksinya.
Fenomena banyaknya mahasiswa kita yang pindah kewarganegaraan saya kira cukup serius untuk diperhatikan. Ini jadi pekerjaan rumah besar, bagaimana caranya Pemerintah menciptakan lapangan kerja yang sehat, termasuk dalam hal pengupahannya.
Tentu perlu perhatian para aparat keamanan Kemlu kita untuk memastikan hal ini (pertemuan LGBT) tidak boleh terjadi. Kenapa? karena HAM di Indonesia bukanlah HAM liberal. HAM Indonesia HAM berke-Tuhan-an sebagaimana diatur dalam UU, HAM kita berbasis pada Pancasila ideologi kita sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.