Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan melakukan pertemuan dengan Pimpinan Korea Utara Kim Jong Un, di Singapura, Selasa (12/06). Kedua pemimpin negara tersebut dinilai "aneh".
Keanggotaan tidak tetap Indonesia di Dewan Keamanan (DK) PBB periode 2019-2020 mewakili wilayah Asia-Pasifik merupakan bentuk nyata kepercayaan dan apresiasi komunitas internasional atas peran dan kontribusi Bangsa Indonesia menjaga perdamaian dunia.
Kepolisan Republik Indonesia diimbau mampu membendung radikalisme yang muncul dari kaum intelektual kampus. Ini sangat berbahaya, karena bisa meracuni masyarakat luas.
China baru saja keluar dari gejolak pemerintahan Mao Zedong selama 27 tahun, masa dimana kapitalisme dilarang dan bisnis swasta dan properti disita oleh negara dan ditempatkan di bawah kepemilikan kolektif.
Pada perjalanan menuju ke Singapura untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada Minggu, Trump menuduh Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau dan tuan rumah KTT G7, tidak jujur.
Pesawat yang ditumpangi Air Force One mendarat di pangkalan udara militer, setelah usai dari Kanada, tempat Trump menghadiri pertemuan Kelompok Tujuh Bangsa (G7).
Terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB, seyogyanya menjadi ajang implementasi cita-cita Pembukaan UUD 1945,
Sejak bermusuhan pada Perang Korea 1950-1953, pemimpin dari kedua negara tidak pernah bertemu atau bahkan berbincang melalui telepon.
Kim Jong un tiba menggunakan Air China 747 yang mendarat di Bandara Changi pada Minggu (10/6).
Upaya peretasan itu terjadi bersamaan dengan pemerintahan Trump yang berusaha mengamankan dukungan Beijing dalam membujuk Korea Utara untuk memberhentikan program senjata nuklirnya