Ketua DPD RI Sultan B Najamudin bertugas menjadi pembaca teks Pembukaan UUD NRI tahun 1945 dalam peringatan hari Lahir Pancasila tahun 2025.
Bulan Dzulhijjah, bulan ke-12 dalam kalender Hijriah, menjadi salah satu momen paling istimewa dalam Islam. Tak hanya menandai penyelenggaraan ibadah haji dan Hari Raya Idul Adha, Dzulhijjah juga termasuk dalam Al-Asyhurul Hurum — empat bulan suci yang dimuliakan Allah SWT.
Seringkali terumbu karang dianggap tumbuhan karena bentuknya yang mirip tanaman laut. Padahal, terumbu karang sejatinya adalah hewan yang hidup berkoloni dan membentuk struktur keras di dasar laut.
Setiap 1 Juni, dunia memperingati Hari Peduli Terumbu Karang Sedunia atau World Reef Awareness Day sebagai panggilan global untuk melindungi ekosistem laut yang semakin terancam. Di balik keindahannya, terumbu karang tengah berada di ambang kepunahan akibat ulah manusia
Anggota DPD RI mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan momen ini sebagai refleksi sekaligus seruan kolektif dalam mewujudkan kepemimpinan yang berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial.
Setiap tahun, bangsa Indonesia memperingati dua momen penting yang sama-sama berkaitan erat dengan Pancasila: Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, dan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober. Sekilas terlihat serupa, tetapi sebenarnya keduanya memiliki latar belakang sejarah, makna, dan konteks peringatan yang sangat berbeda.
Hari Lahir (Harlah) Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni bukan sekadar momentum historis, melainkan ajakan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai dasar negara dalam kehidupan nyata.
Setiap 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momen penting dalam perjalanan sejarah nasional. Tanggal ini bukan hanya penanda kelahiran dasar negara, tetapi juga ajakan untuk merefleksikan kembali nilai-nilai yang menjadi jati diri bangsa.