Keanggotaan tidak tetap Indonesia di Dewan Keamanan (DK) PBB periode 2019-2020 mewakili wilayah Asia-Pasifik merupakan bentuk nyata kepercayaan dan apresiasi komunitas internasional atas peran dan kontribusi Bangsa Indonesia menjaga perdamaian dunia.
Kepolisan Republik Indonesia diimbau mampu membendung radikalisme yang muncul dari kaum intelektual kampus. Ini sangat berbahaya, karena bisa meracuni masyarakat luas.
Terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB, seyogyanya menjadi ajang implementasi cita-cita Pembukaan UUD 1945,
Perhelatan Jakarta Modest Fashion Week ingin mengangkat nama desainer lokal Indonesia ke mata dunia.
Jabatan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB hingga 2020 harus benar-benar dimanfaatkan untuk menciptakan perdamaian dunia.
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyebut Presiden Jokowi telah merusak sistem kenegaraan Indonesia.
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengatakan, dengan terpilihnya Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, salah satu peran yang bisa ditunjukkan Indonesia adalah dengan memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Indonesia terpilih menjadi salah satu anggota tidak tetap di Dewan Keamanan PBB dalam pemungutan suara Majelis Umum PBB yang dilangsungkan di New York, Jumat (8/6). Dimana, Indonesia mendapat 144 suara dari 193 negara anggota PBB.
Kepastian ini didapatkan setelah Indonesia meraih 144 suara dalam sesi pemungutan suara pada Sidang Umum Majelis PBB di New York, Jumat.
Mereka adalah Jerman, Afrika Selatan, Belgia, Republik Dominika, dan Indonesia.