Menurutnya dengan mendorong tiap daerah menentukan Prukadesnya, maka bisa mengalihkan masyarakat untuk menanam produk pertanian yang lain.
M. Nurdin Melepas Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Selasa (10/7).
Dalam upaya meningkatkan daya saing usaha berskala kawasan perdesaan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus menggenjot program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades)
BUMDes menjadi salah satu program prioritas Kementerian Desa PDTT selain Prukades, embung desa, dan sarana olahraga desa.
Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKTrans) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Muhammad Nurdin merasa pulang kampung saat menghadiri acara Silaturahim IKA Teknologi Pertanian Unhas di Kampus Unhas, Tamalanrea, kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Kamis (8/7)
Kunjungan mendadak di malam hari dilakukan saat dirinya usai menghadiri kegiatan press gathering Kemendes PDTT di Kabupaten Gianyar, Bali
Para mahasiswa ini hadir untuk mengikuti Dialog Nasional Indonesia Maju bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, dan Menteri Sosial, Idrus Marham
Setiap daerah memiliki kearifan lokal yang dijaga dan diyakini kelestarian dan kesejahteraan untuk warganya. Demikian pula dengan Desa Kriyan Banjar yang berada di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali
Pengerjaannya menyerap tenaga kerja sebanyak 22 orang, dengan upah untuk tukang sebesar Rp.100.000 dan buruh Rp. 80.000. Dilakukan secara swakelola dengan waktu pengerjaan 90 hari.
Percepatan penyaluran dana desa diharapkan bisa menjadikan desa semakin mandiri dan berdaya ekonomi.