Hari ini kita merasakan dampak dari pesan dan urgensi kemandirian bangsa ala Bung Karno juga Pak Harto puluhan tahun silam. Di mana kemandirian ekonomi dan kecintaan terhadap produk dalam negeri merupakan cara terbaik warga bangsa dalam membangun ketahanan ekonomi dan kedaulatan negara.
Bangsa yang besar ini tidak bisa kita serahkan nasibnya hanya kepada politisi yang kerap berpikir tentang next election. Kita harus serahkan bangsa ini kepada negarawan memikirkan tentang next generation.
Masalah ini harus menjadi concern para Doktor Ilmu Komunikasi untuk ikut memberikan sumbangan saran dan pemikiran kepada para pemegang kebijakan. Pemerintah dan elit politik harus menghindari kegaduhan publik akibat pesan dan kegagalan membangun komunikasi yang baik.
Saya berkeyakinan talenta anak muda dan tokoh baru akan mewarnai PD NTT dengan kreativitas mereka. Pastinya kehadiran mereka dalam kepengurusan tidak sekadar pelengkap. Mereka, adalah bukti bahwa NTT tidak kekurangan semangat dan energi positif untuk terus dikobarkan.
#KomitmenUntukRakyat ramai diperbincangkan netizen di Twitter pada Sabtu (5/3). Lebih dari 10 ribu cuitan meramaikan jagat Twitter hingga menjadi trending topic no 8.
Tentunya kita selalu berkomitmen menjaga sinergitas dan soliditas TNI-Polri sebagai salah satu modal utama untuk keberhasilan pengawalan setiap keputusan dan kebijakan nasional maupun program-program pemerintah.
Khususnya bagi masyarakat yang memiliki komorbid. Karena memang dokter-dokter dan tenaga kesehatan akan mengikuti setiap hari terkait kondisi kesehatan. Dan ini akan kurangi risiko fatalitas yang terjadi.
FAKK dan LSM-PILHI datang ke KPK dengan membawa sekitar 500-san massa anti korupsi yang turut mendesak KPK agar segera memeriksa Hasanuddin Mas`ud, kakak kandung Bupati Panajam Utara (non aktif), Abdul Gafur Mas`ud, terkait dugaan kasus korupsi di Bank Kaltimkaltara yang berpotensi merugikan negara sebesar Rp240 Miliar.
Merujuk informasi luar negeri, juga pemerintah sendiri bahwa dalam beberapa minggu kedepan akan terjadi lonjakan besar Omicron. Nah, sebagai langkah antisipasi, saya kira kita harus bersikap waspada. Apalagi, sudah ada dua pasien varian Omicron yang meninggal. Artinya sudah ada case fatality rate-nya.
Tuntutan para nasabah tersebut bermula dari ketidakpuasan hasil mediasi yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu pekan lalu (12/1). Para nasabah yang menamakan kelompoknya dengan sebutan Komunitas Korban Asuransi itu menolak skema penyelesaian yang ditawarkan perusahaan asuransi.