"Kenapa kita tidak menyatakan sudah menang? Karena kita menghormati aturan. Aturannya yang berhak menyatakan menang atau tidak menang itu KPU berdasarkan real count," ujar Kiai Ma`ruf.
"Ya jangan bunyi (cebong-kampret) lagi. Selesai sampai kemarin. Kita kubur, ada cebong ada kampret kubur saja," ujar Kiai Ma`ruf.
"Tak ada nazar, syukuran aja pasti kita syukuran. Kalau nazar kan jadi wajib. Nanti memberatkan," ujar Kiai Ma`ruf.
"Paling enak nasi goreng pakai telor mata sapi itu enak sekali," ujar Kiai Maruf.
"Beliau adalah sahabat saya. Jurnalis handal yang juga pengusaha media. Beliau tokoh pers nasional yang cukup perhatian terhadap pesantren, NU dan isu toleransi keagamaan," ujar Kiai Ma’ruf.
Kiai Ma`ruf dalam kajian keagamaan itu menjelaskan soal bagaimana membentuk keluarga yang harmonis, serta dalam menjaga bangsa dan negara ini.
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mendapatkan dukungan dari para ulama, kiai dan habaib dalam Pipres 2019. Mereka menitipkan pesan untuk menjaga keutuhan NKRI.
"Kami ingin berjihad memenangkan Pak Jokowi-Kiai Ma`ruf untuk menjaga marwah Ahlusunnah Wal Jamaah,” kata founder gerakkan santri milenial Ahmad Athoillah.
Dukunga itu diantaranya datang dari para kiai se Karesidenan Bogor di Pondok Pesantren Nurul Huda Cijeruk, Bogor Selatan, Jawa Barat.
"Siap membela NKRI? Siap membela Kiai? Siap mengawal NU?" dijawab ribuan Banser dengan, "Siap!"