Kelompok tani ini merasakan manfaat nyata dari budidaya hortikultura secara organik.
Jumlah anggota KWT Dukuh Mandiri yang dibina pada kegiatan pemanfaatan pekarangan ini 30 orang yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan meningkatkan pendapatan.
Produk hortikultura yang bermutu dan berdaya saing di pasar domestik dan internasional harus dimulai dari penerapan budidaya yang baik, termasuk cara panen dan penanganan pascapanen yang baik.
Program kerja sama dengan PT. Petrokimia Gresik ini menitikberatkan pengawalan penerapan pemupukan berimbang sebagai upaya memastikan budidaya padi sawah telah dilakukan sesuai rekomendasi.
Sementara, dalam pengendalian OPT ramah lingkungan, peran musuh alami seperti parasitoid, predator dan cendawan entomapatogen yang diketahui dapat menekan serangan OPT pada tanaman bawang merah perlu dimanfaatkan secara maksimal.
Budidaya sayuran di pekarangan tidak hanya dapat mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, namun juga mengurangi uang belanja bahkan dapat menambah pendapatan keluarga jika hasilnya dipasarkan.
Penyuluh harus tetap harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan masing-masing panen dan pemrosesannya berjalan dengan baik.
Kunci sukses peningkatan produksi dan saya saing sebanyak 50% ditentukan oleh benih bermutu dan 50% oleh sarana budidaya lainnya.
Petani cabai asal Purbalingga telah melakukan budidaya cabai menggunakan rain shelter sejak tahun 2007. Sepanjang pengalamannya hampir tidak pernah gagal.
Tidak sampai di situ, ternyata Juhara punya strategi khusus meningkatkan keuntungan dari budidaya tomat.