Aktivis era 1970-an membentuk Barisan Rizal Ramli (BARRI) untuk mengusung calon pemimpin Jakarta yang memahami peradaban.
Saat ini muncul sosok pemimpin seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dinilai arogan, juga tak bisa menghargai keringat para pejuang.
Gubernur saat ini tidak adil dan kurang memperjuangkan aspirasi wong cilik, dan lebih mementingkan kepetingan para pengembang.
Wu telah bekerja hampir semasa karirnya di Tibet, menurut catatan resminya, dia pernah menjabat sebagai wakil gubernur dan kepala propaganda, di antara sejumlah peran lainnya.
Rizal Ramli mengkritik adanya pemimpin yang berkarakter double personality. Pemimpin yang doyan menindas bawahan namun mengambil posisi seolah-olah sebagai orang yang bersih.
Sejumlah tokoh nasional membentuk Rumah Amanah Rakyat. Ini sebagai perhatian dalam mengawal Pesta Demokrasi berupa Pilkada dan Pilpres serentak agar melahirkan pemimpin yang amanah.
Sebagai pemimpin, Ahok tidak pro terhadap rakyat kecil. Ahok kelewatan menjalankan tugasnya dan kerap berlaku beringas.
Pemimpin lain melarikan diri ke luar China dan mencari suaka dengan mengkhawatirkan keselamatannya dari gerakan yang dinilai sebagai perburuan politik.