Sepanjang gang sempit itu, warga masyarakat berteriak mengelukan kedatangan Agus Harimurti Yudhoyono, bakal calon gubernur DKI.
Kontribusi kaum santri dalam Kemerdekaan Indonesia tak diragukan lagi. Hingga saat ini, banyak pemimpin nasional yang muncul di era reformasi memiliki latar belakang santri.
Penggusuran tidak sepantasnya dilakukan dengan cara kekerasan. Sebab, seorang pemimpin harus memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi.
Said Agil dinilai sebagai pemimpin umat Islam yang dedikasinya sangat besar bagi tata bangun kehidupan dunia masa kini.
Bagi pihak atau kelompok yang mencoba merusak toleransi antar umat beragama yang sudah berjalan dengan baik di Tanah Air, tidak layak menjadi seorang pemimpin.
Pernyataan itu, menurut Karding, seakan-akan tidak ada pemimpin selain Ahok yang bebas korupsi padahal banyak pemimpin Muslim yang memiliki kinerja baik.
Keputusan Djan akan bertolak belakang dengan keinginan konstituen dan para alim ulama yang menginginkan pemimpin muslim di DKI.
Seharusnya, lanjut Sodik, tidak perlu Ahok menggunakan Alquran hanya demi kepentingan politiknya. Lebih baik, kata dia, Ahok menunjukkan ke masyarakat sebagai pemimpin yang dapat menjadi tauladan.
Begitu Agus Yudhoyono dimunculkan sebagai kandidat resmi beberapa hari lalu, popularitasnya diperkirakan melejit, menyamai petahana.
Cawagub Sylviana Murni mengaku siap menjadi pemimpin yang harus menunjukkan loyalitasnya terhadap rakyat jika menang di Pilkada DKI nanti.