Keprihatinan bersama tentang aktivitas Iran adalah salah satu alasan formalisasi hubungan Israel-UEA tahun lalu di bawah inisiatif regional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagai Kesepakatan Abraham.
Negosiasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 diperkirakan akan dilanjutkan pada Kamis (9/12), menurut keterangan Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian
Israel kerap kali melakukan serangan terhadap pasukan Iran di Suriah, termasuk Hizbullah Lebanon yang dikerahkan selama dekade terakhir untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad dalam perang Suriah.
Kunjungan itu dilakukan seminggu setelah negosiasi antara Iran dan negara-negara besar dilanjutkan di Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.
Teguran itu datang ketika para diplomat menghentikan putaran ketujuh pembicaraan internasional yang bertujuan menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015.
Iran telah menyerahkan rancangan (draft) penghapusan sanksi dan komitmen nuklir ke Uni Eropa, di tengah upaya dunia mengembalikan Iran ke dalam Pakta Nuklir.
Iran dan negara-negara besar sedang mencoba, dalam pembicaraan di Wina, untuk menghidupkan kembali kesepakatan 2015 di mana Teheran membatasi program nuklirnya dengan imbalan bantuan dari sanksi ekonomi AS, Uni Eropa dan PBB.
Perjanjian ini merupakan tindak lanjut dari perundingan kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan European Free Trade Association (Indonesia-EFTA CEPA) yang telah ditandatangani pada tahun 2018 dan kemudian difinalkan pada tahun 2019.
Pengumuman itu tampaknya melemahkan pembicaraan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS).