Kementerian Transmigrasi bertekad tingkatkan produktivitas para transmigran. Salah satunya dengan melibatkan transmigran dalam upaya mewujudkan swasembada atau kemandirian Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan.
Ini langkah yang tepat dan menunjukkan komitmen terhadap pemberantasan korupsi di tubuh Kementan.
Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan transmigrasi ke depan akan menjadi sektor baru dalam perekonomian dan fokus pada pengembangan ekosistem ekonomi
Presiden Prabowo Subianto membanggakan jika dalam Kabinet yang dipimpinnya terdapat mantan prajurit dengan lulusan terbaik dan penerima penghargaan Adhi Makayasa.
AHY setuju dengan pernyataan Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara yang menyebut transmigran sebagai patriot karena mau berpindah ke daerah yang membutuhkan kehadirannya.
Menko AHY sepakat dengan Menteri Transmigrasi (Mentarans) Muhammad Iftitah Sulaiman yang menyatakan bahwa ke depan transmigran bukan lagi kaum yang terpinggirkan.
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara berkomitmen menyelesaikan masalah transmigrasi yang menjadi prioritas untuk diselesaikan sebagai salah satu target 100 hari kerja.
Mentrans Iftitah menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto berharap agar program transmigrasi dapat menyebar dan menjangkau berbagai wilayah secara menyeluruh, khususnya di daerah Indonesia Timur.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya inovasi dalam pertanian. Menurutnya, strategi utama dalam program PAT ini ialah penggunaan teknologi pompanisasi dan optimalisasi lahan.
Ketua adat dari salah satu marga di Kampung Kaliki, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke Albertus Mahuse mengatakan, warganya sudah mengajukan dari 5 tahun lalu, agar lahan mereka bermanfaat. Dan baru bisa dibantu pemerintah saat ini dengan dibukakan lahan seluas 1.000 ha yang terbagi di 3 titik.