Rabiul Awal adalah salah satu bulan yang memiliki nilai kedudukan, dan keutamaan istimewa dalam agama Islam. Di bulan ketiga dalam kalender Hijriah inilah sejarah mencatat kelahiran manusia paling mulia, Nabi Muhammad SAW, yang membawa cahaya bagi seluruh semesta.
Rabiul Awal merupakan bulan ketiga dalam kalender Hijriyah yang memiliki tempat istimewa dalam hati umat Islam. Selain dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, Rabiul Awal juga menyimpan jejak sejarah yang menarik, termasuk terkait asal-usul penamaannya.
Kemenag akan menggelar kegiatan Blissful Mawlid dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW ke-1447 Hijriah
Ini hukum dalam Islam tentang Haji dengan cara yang ilegal
Dalam bahasa Arab, kata "Jumat" berasal dari al-jumuʿah yang berakar dari kata jamaʿa, yang berarti berkumpul. Penamaan ini mencerminkan hakikat hari Jumat sebagai waktu berkumpulnya kaum Muslimin dalam ibadah berjamaah.
Pilihan warna merah putih itu bukan tanpa jejak sejarah yang lebih tua dari masa kemerdekaan. Sebuah hadits Nabi Muhammad SAW diduga menjadi inspirasi utama di baliknya.
Me time hadir sebagai ruang pribadi untuk beristirahat, menata ulang batin, dan merawat jiwa. Tapi yang menarik, praktik ini bukanlah hal baru dalam sejarah umat Islam.
Di antara kisah paling dramatis dalam Al-Qur’an adalah pertarungan antara Nabi Musa dan Firaun—sebuah konflik abadi antara kebenaran dan kebatilan. Salah satu elemen paling mencolok dari kisah ini ialah transformasi tongkat Nabi Musa menjadi ular.
Dalam lintasan sejarah manusia, belum pernah ada pemimpin yang sedemikian agung dalam memperlakukan perempuan seperti Nabi Muhammad ﷺ.
Nabi Daniel ‘alaihissalam merupakan salah satu nabi yang memiliki kisah luar biasa, terutama dikenal sebagai penafsir mimpi dan penasihat bijak di masa Raja Nebukadnezar II, penguasa Kekaisaran Babilonia Baru